Wamenparekraf Gebers Pelaku Busana Muslim Manfaatkan Teknologi

TEKNOSIGNAL.COM Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengajak para pelaku fesyen muslim untuk beradaptasi dengan proses digitalisasi dalam bertransaksi dan memasarkan produknya.

Hal ini dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang telah mendorong permintaan konsumen domestik dan global melalui teknologi digital.

“Maka kita perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk dan efisiensi bisnis, sehingga dapat memberikan karya dan solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya saat mengikuti pelaksanaan “Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 2021” di keterangan diterima di Jakarta, Minggu (21/11/2021)

Dilansir dari Antara, sepanjang tahun 2020, transaksi perdagangan digital di Indonesia disebut telah mencapai lebih dari Rp253 triliun dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun pada tahun 2021.

Baca Juga  Huawei Digital Power, Integrasikan Teknologi Digital dan Energi Terbarukan

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia merupakan pasar potensial bagi industri busana muslim mengingat negara ini memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, sekitar 231 juta jiwa atau setara dengan 13 persen penduduk muslim dunia.

Selain itu, jumlah milenial dan generasi z di Indonesia juga mendominasi sebesar 53 persen sehingga dengan jumlah penduduk muslim yang besar dan muda, maka peluang tumbuhnya industri kreatif muslim khususnya industri fashion sangat besar.

Dengan dukungan keragaman budaya Indonesia, tingkat kreativitas sumber daya manusia yang tinggi, dan kemampuan beradaptasi dengan nilai-nilai berkelanjutan, Indonesia dianggap sebagai trendsetter di industri fashion global.

Berdasarkan data 2018, Indonesia menempati urutan ketiga pertumbuhan industri fashion muslim di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki dengan nilai transaksi mencapai 21 miliar dollar AS.

Baca Juga  Lihatlah teknologi pencitraan baru OPPO

Pada kesempatan yang sama, dia mengapresiasi pelaksanaan Menyambut Pekan Busana Muslim Jakarta 2021” yang dianggap sebagai momentum untuk memajukan industri fashion lokal, khususnya di segmen busana muslim.

“Ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk halal dunia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri fashion muslim dan kosmetik halal di pasar lokal dan global,” kata Angela.

Sekadar informasi, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin berharap Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia, sehingga diperlukan promosi yang strategis dan konsisten dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

“Kami ingin busana muslim menjadi yang terdepan. Untuk menjadi pusat busana muslim dunia, diperlukan promosi yang terintegrasi, seperti Festival Busana Muslim Indonesia,” jelas Wapres seperti dikutip Antara, Selasa (31/8). /2021).[]

Baca Juga  Ini adalah Aplikasi Bisnis yang Mendukung Pelaku Usaha Keluar dari Belenggu Pandemi

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *