Tekan Harga Mobil Listrik, ITB Kembangkan Teknologi Baterai Berbasis Nikel

TEKNOSIGNAL.COM Teknologi baterai yang saat ini digunakan sebagai bahan bakar mobil listrik masih bisa dikembangkan. Demikian disampaikan dosen dan peneliti dari Program Studi Teknik Material Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Afriyanti Sumboja.

Ia juga mengatakan baterai pada mobil listrik masih memiliki banyak keterbatasan dari segi performa, seperti kapasitas energi yang relatif kecil dan harga bahan baterai yang sangat mahal. Performa baterai sendiri dipengaruhi oleh dua aspek, yaitu kerapatan daya dan kerapatan energi. Afriyanti jika masalah yang selama ini dimiliki oleh baterai bisa diatasi.

“Jika melihat performa baterai, ada dua aspek yang bisa kita pertimbangkan, yaitu kerapatan daya dan kerapatan energi. Kepadatan daya adalah kecepatan di mana baterai dapat menyalurkan energi, sedangkan kerapatan energi adalah jumlah energi yang dapat disimpan oleh baterai. baterai,” kata Afriyanti, dikutip dari laman. pejabat ITB.

Baca Juga  Motor listrik ini mirip vespa, bisa menempuh jarak 120 km

Menurutnya, baterai sendiri merupakan seperangkat alat yang terdiri dari katoda, anoda, larutan elektrolit, dan separator. Katoda adalah oksida logam yang biasanya mengandung litium sebagai bahan baku, sedangkan anoda adalah senyawa logam yang biasanya terbuat dari karbon.

Dalam penerapannya, baterai yang menggunakan litium sebagai bahan baku pembuatan katoda tidak memiliki kapasitas energi yang tinggi. Oleh karena itu, penggunaan mobil listrik yang menggunakan bahan bakar baterai sangat tidak efektif karena jarak tempuh yang relatif kecil. Atas dasar itu, Afriyanti dan peneliti lainnya mengusulkan nikel sebagai bahan baku pengganti pembuatan katoda baterai.

Nikel merupakan salah satu unsur yang memiliki keunggulan dalam menghasilkan kapasitas energi yang tinggi akibat reaksi reduksi atau oksidasi yang terjadi. Namun sisi negatif atau kekurangan dari Nikel adalah sifatnya yang tidak stabil, sehingga perlu bantuan unsur lain dalam proses pembuatannya. Unsur pelengkap bahan baku pembuatan katoda dapat menggunakan Mn dan Co. Dimana kedua unsur tersebut memiliki sifat yang stabil sehingga dapat mengatasi kekurangan Nikel.

Baca Juga  Kekurangan chip terlalu buruk harga Raspberry Pi anjlok

Sedangkan untuk pembuatan katoda dengan bahan baku Nikel membutuhkan komposisi yang tepat agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

“Hingga saat ini jenis baterai yang dikembangkan dengan bahan ini ada dua jenis yaitu NCA dan NCM. Kedua jenis ini diklasifikasikan berdasarkan jenis bahan yang digunakan, misalnya NCM yang terbuat dari nikel, kobalt, dan mangan,” kata Afriyanti.

Afriyanti juga menegaskan, perkembangan teknologi baterai ke depan akan meningkat pesat karena kebutuhan energi di alam semesta cukup beragam. Maka, setiap orang di muka bumi ini, pasti menginginkan sebuah teknologi baterai yang aman, tahan lama, cepat dalam pengisian, dan tentunya dapat dibuat dengan biaya yang relatif murah.

Baca Juga  Pengisi Daya Nirkabel Pixel Stand baru dari Google menawarkan kecepatan yang jauh lebih cepat dengan harga yang sama | TeknoSignal

Teknologi baterai sendiri akan terus berkembang karena kebutuhan energi yang semakin beragam. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan teknologi baterai adalah kepadatan energi, biaya, keamanan, siklus hidup, dan tingkat pengisian.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *