Sudah dua tahun, rapor Jokowi-Ma’ruf di bidang energi masih merah

TEKNOSIGNAL.COM Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menilai pemerintahan Jokowi-Ma’ruf belum berhasil mengembangkan sektor energi selama dua tahun. Ia menilai hingga saat ini sektor energi nasional masih terpuruk dan belum menunjukkan tanda-tanda menggembirakan.

“Prestasinya masih datar bahkan cenderung merah,” kata Mulyanto dalam siaran persnya, Sabtu (23/10/2021). Dia mencontohkan sektor migas, baik impor, lifting maupun pembangunan kilang baru masih turun.

Mulyanto menilai impor migas nasional, khususnya BBM dan LPG, bukannya menurun, malah terus melonjak. Akibatnya, defisit transaksi berjalan membengkak. Menurut dia, pemerintah tampaknya tidak memiliki strategi yang konsisten untuk mengurangi impor migas.

Data BPS menunjukkan, pada Mei 2021, impor migas melonjak hingga US$ 2,06 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2020 (year-on-year) meningkat sebesar 212 persen.

Baca Juga  Penawaran Makanan Utuh Hari Perdana Terbaik tahun 2021

Defisit transaksi berjalan sektor migas sebesar US$1,12 miliar, meningkat 1020 persen dibandingkan tahun 2020 (y-on-y). Melonjak lebih dari sepuluh kali lipat.

Defisit transaksi berjalan di sektor migas untuk tahun 2021 diperkirakan meningkat menjadi US$11 miliar. Padahal pada 2019 hanya 10 miliar dolar AS. Pada tahun 2020, hanya akan berjumlah 6 miliar dolar AS.

“Lifting minyak kita punya visi 1 juta bph (barrel per day) 2030. Tapi anehnya, target lifting tahunan bukannya naik malah turun. Target lifting minyak 2019, 2020, 2021 dan 2022 adalah 775. masing-masing 755, 705, dan 704 bph. Terus turun. Sedangkan realisasinya selalu di bawah target. Karena pemakaian BBM terus naik, otomatis impor migas akan terus membengkak. Akibatnya, devisa negara habis,” jelas politisi dari Fraksi PKS itu.

Baca Juga  Surface Duo 2 dari Microsoft menerima pembaruan Android selama tiga tahun | TeknoSignal

Di sisi lain, lanjutnya, kemampuan kilang untuk mengolah BBM di dalam negeri masih lemah. Hampir 25 tahun sejak beroperasinya RU VII Kasim di Papua pada 1997, belum ada pembangunan kilang baru.

Perkembangan kilang Bontang tidak jelas. Kilang Tuban, Jawa Timur, masih dalam tahap pembebasan lahan. Padahal sudah dimulai sejak tahun 2017.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *