Per tanggal 24 November, Pemerintah telah Mensertifikasi 23.652 bidang tanah BMN

TEKNOSIGNAL.COM Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mensertifikasi 23.652 bidang Barang Milik Negara (BMN) sejak Januari hingga 24 November 2021.

“Target tahun ini ada 26.790 bidang tanah, jadi tahun 2021 agak lama lagi,” kata Direktur BMN DJKN Kementerian Keuangan Encep Sudarwan dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Dengan demikian, total capaian BMN yang telah disertifikasi sejak 2013 hingga 2021 telah mencapai 59.719 bidang tanah.

Dilansir dari Antara, ia menjelaskan realisasi dan target BMN bersertifikat terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan target tahun 2013 sebanyak 2.000 bidang tanah dengan realisasi 1.237 bidang, kemudian pada tahun 2014 realisasi sertifikasi tercatat 3.483 bidang tanah. target lima ribu bidang tanah.

Baca Juga  Beli Tanah Atau Rumah? Ini dia pertimbangan-pertimbangan yang harus kamu pahami!

Kemudian tahun 2015 realisasinya 4.490 persil dari target lima ribu persil, tahun 2016 realisasi 3.260 dari target 3.350 persil, tahun 2017 realisasi 3.912 atau melebihi target 3.729 persil.

Demikian pula pada tahun 2018 realisasinya 4.915 bidang dari target 3.100, tahun 2019 realisasi BMN bersertifikat 6.900 dari target 6.787 bidang tanah, dan tahun 2020 ada 7.870 bidang bersertifikat dari target 6.921.

“Sekarang targetnya sekitar 26 ribu atau empat kali lipat, karena kita ditugaskan untuk terus bekerja menyelesaikan sertifikat,” kata Encep.

Dengan pengelolaan sertifikat BMN, ia berharap aset negara yang memiliki nilai tinggi dapat diamankan.

Untuk tahun 2022 ditargetkan semua bidang tanah BMN sudah bisa bersertifikat, sehingga akan disusun roadmap sertifikasi.

Baca Juga  Seri Honor 60 dikabarkan akan diluncurkan bulan depan, model vanilla telah ditemukan dalam daftar sertifikasi

Sekadar informasi, sebelumnya hingga 31 Agustus 2021, Pemerintah telah mengasuransikan 4.334 Nomor Urut (NUP) atau Barang Milik Negara (BMN) dari 51 kementerian/lembaga (K/L) dengan premi sebesar Rp49,13 miliar.

Dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021), total nilai pertanggungan seluruh aset tersebut adalah Rp 32,41 triliun. Mengasuransikan BMN merupakan upaya pemerintah menyediakan dana cepat dalam menangani dampak bencana terhadap BMN.

Saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis terkait pengembangan asuransi BMN yaitu, pelaksanaan penjaminan di seluruh K/L, persiapan perluasan objek penjaminan BMN dan persiapan integrasi. dana gabungan dana bencana sebagai sumber pendanaan Asuransi BMN.

Salah satu tahap awal pelaksanaan Dana Penanggulangan Bencana adalah penerbitan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2021 (Perpres 75/2021) tentang Dana Bersama Penanggulangan Bencana.

Baca Juga  Tanggal rilis Apple TV 4K baru bocor - dan di sini Anda akan mendapatkan tanggal rilis Apple TV 4K yang baru

Berdasarkan Perpres 75/2021, dana dari klaim asuransi menjadi salah satu sumber dana penanggulangan bencana bersama.

Disebutkan di dalamnya bahwa dana bersama bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan sumber lain yang sah seperti penerimaan pembayaran klaim asuransi dan/atau asuransi syariah, hasil investasi dari dana kelolaan, hibah yang diterima oleh unit pengelola dana di lingkungan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan, hasil kerjasama dengan pihak lain, dan dana perwalian.[]

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *