Menko Airlangga Minta Indonesia Belajar dari Jepang dan Korea Selatan Soal UMKM

TEKNOSIGNAL.COM Dalam rangka berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengembangkan UMKM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah meluncurkan Buku Pembiayaan UMKM yang berisi tentang perkembangan dan peran penting pembiayaan bagi UMKM, serta dorongan Pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. UMKM dari waktu ke waktu.

“UMKM merupakan sektor penting dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61% dan juga menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Total investasi di sektor UMKM juga sudah mencapai 60% dari total investasi nasional dan kontribusinya terhadap ekspor nonmigas nasional mencapai 16%,” kata Menko Airlangga, dalam tinjauan virtual Buku Pembiayaan UMKM, Rabu (11/11). /24/2021). .

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan bahwa Buku Pembiayaan UMKM juga menjelaskan pelajaran yang dapat diambil Indonesia dari Jepang dan Korea Selatan. Pertumbuhan UKM Jepang yang pesat pasca Perang Dunia II telah berhasil membantu pemulihan ekonomi Jepang.

Baca Juga  AT&T dan Verizon sementara akan membatasi kapasitas 5G untuk mengatasi masalah keselamatan penerbangan | TeknoSignal

Keberhasilan ini diraih melalui sinergi dukungan yang baik dari seluruh pemangku kepentingan di Jepang. Sementara di Korea Selatan, kunci sukses dalam mengembangkan UKM adalah terciptanya ekosistem kelembagaan yang terintegrasi dan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan daya saing UKM.

Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa pembiayaan UMKM sejak tahun 1999 telah dilakukan oleh pemerintah secara langsung, baik berupa pembayaran Iuran Jasa Penjaminan (IJP) maupun subsidi bunga yang sumber dananya berasal dari lembaga penyalur, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selain itu juga didukung oleh berbagai kegiatan penjaminan dari lembaga keuangan mikro dan penjaminan melalui asuransi Jamkrindo dan Askrindo.

Di masa pandemi Covid-19 tahun 2020, Pemerintah telah memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 6% sehingga suku bunga KUR menjadi 0%. Kemudian akan diikuti dengan tambahan subsidi bunga sebesar 3% pada tahun 2021, sehingga suku bunga KUR hanya 3% hingga akhir tahun 2021.

Baca Juga  Daftar sekarang untuk menonton Streaming Langsung Samsung Galaxy Unpacked terbaru dan dapatkan $ 30 | TeknoSignal

Pemerintah juga telah melonggarkan berbagai persyaratan bagi debitur KUR di masa pandemi sehingga dapat mempermudah penyaluran kepada debitur yang terdampak pandemi.

“Dengan suku bunga hanya 3% mampu menjadi penyangga bagi UMKM untuk melanjutkan aktivitasnya,” kata Menko Airlangga.

Menko Airlangga kemudian juga menjelaskan bahwa Pemerintah juga memiliki Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang dilaksanakan selama pandemi dan memberikan perhatian khusus pada sektor UMKM.

Berbagai program telah diberikan untuk mendukung kelangsungan usaha UMKM, antara lain Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Usaha Mikro Produktif, Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, serta insentif PPh Akhir (DTP) UMKM ditanggung Pemerintah.

“Pemerintah terus mengintegrasikan sistem pembiayaan UMKM dalam rangka mendukung pemberdayaan UMKM dan juga mempercepat pemulihan perekonomian nasional. Pemerintah juga terus meningkatkan nilai tambah dengan memperkuat kewirausahaan dan tentunya mendorong UMKM memiliki ekosistem yang lebih baik, ” kata Menko Airlangga.

Baca Juga  Facebook Messenger dan Instagram sekarang mendukung obrolan grup di seluruh aplikasi | TeknoSignal

Pemerintah juga memberikan program bantuan sosial berupa Banpres Produktif dan Kartu Prakerja yang akan membantu meningkatkan jumlah usaha mikro dan kecil yang produktif.

Selanjutnya pembinaan dan pengembangan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta program CSR lainnya akan membantu pelaku UMKM unbanked untuk maju ke kelas dan memperoleh pembiayaan yang lebih baik.

Dalam kesempatan ini, Menko Airlangga juga mengapresiasi terselenggaranya Bedah Buku Pembiayaan UMKM.

“Kami berharap buku ini dapat bermanfaat bagi civitas akademika dan khususnya bagi mahasiswa untuk mengetahui kebijakan apa yang telah diterapkan pemerintah dan tolak ukurnya terhadap apa yang dilakukan negara lain,” pungkas Menko Airlangga.[]

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *