Meningkatkan Rantai Pasokan Barang Dapat Mengantisipasi Tekanan Inflasi Global

TEKNOSIGNAL.COM, Senior Economist Sunarsip menilai perbaikan rantai pasokan barang dapat mengantisipasi potensi tekanan inflasi global pasca berakhirnya pandemi COVID-19.

“Kita cukup waspada, tapi tidak perlu takut, karena inflasi bisa bersifat sementara, jika kita bisa mengatasi gangguan pada rantai pasok dan mengatasi kelangkaan komoditas,” kata Sunarsip saat memberikan pelatihan kepada wartawan BI di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/11/2021).

Dia mengatakan, dimulainya pemulihan ekonomi di berbagai negara dapat menyebabkan peningkatan permintaan dari masyarakat dan peningkatan aktivitas industri pengolahan.

Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga berbagai komoditas strategis yang dibutuhkan dunia usaha, seperti harga energi, biaya transportasi, dan biaya peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan.

Baca Juga  Saat UE akhirnya memperbaiki USB-C, seluruh dunia dapat bersantai | TeknoSignal

Namun, lanjutnya, Indonesia mampu bertahan melalui kewaspadaan rantai pasok, khususnya pada bahan pangan, sehingga inflasi pangan yang selama ini cenderung stabil dapat terjaga dengan baik.

Selain itu, upaya peningkatan sektor pertanian, pariwisata dan perumahan yang dapat memberikan efek berantai di sektor riil dapat memperkuat permintaan domestik.

“Sisi moneter juga bisa memberikan respon dalam menjaga inflasi. Jadi kita perlu hati-hati, tapi jangan terlalu reaktif,” kata Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan saat ini potensi peningkatan permintaan dari masyarakat dapat sedikit mempengaruhi kinerja inflasi nasional.

Namun, menurut dia, ketersediaan pasokan yang cukup untuk produksi secara keseluruhan belum menyebabkan fluktuasi inflasi menjelang akhir tahun.

Baca Juga  Apple Watch S3 akan dilengkapi dengan konektor untuk tekanan darah

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *