Mengintip Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung di Kutub Utara Rusia

TEKNOSIGNAL.COM Rusia telah memperkenalkan cara baru untuk menyalakan sistem pemanas rumah di lokasi pesisir terpencil. Teknologi ini telah diuji di Pevek, sebuah kota di wilayah Arktik Rusia. Di pelabuhan kota, terdapat kapal pembangkit listrik raksasa yang dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan reaktor yang relatif kecil.

Dengan reaktor nuklir portabel, warga Pevek dapat menikmati pemanas dan air panas yang masuk ke rumah mereka. Menurut laporan New York Times yang dilansir situs Russia Beyond, sumber listriknya bukan hanya reaktor biasa. Ini adalah pembangkit nuklir generasi pertama yang lebih kecil dan lebih serbaguna yang berada di kapal yang mengapung di dekat Samudra Arktik.

Untuk menghasilkan energi, kapal di Pevek bekerja dengan prinsip yang berbeda dari penggunaan tenaga nuklir pada umumnya. Biasanya, pembangkit listrik tenaga nuklir serupa yang berlokasi di AS, Eropa, dan Asia, menghasilkan listrik yang digunakan untuk menyalakan sistem pemanas di daerah perumahan.

Baca Juga  Tonton siaran langsung pertandingan Makedonia Utara vs Belanda - cara menonton pertandingan Grup C Euro 2020 gratis

Sementara itu, pembangkit listrik tenaga nuklir terapung mentransfer panas langsung dari reaktor di atas kapal ke rumah-rumah penduduk. Melalui sistem yang disebut loop air. Sistem ini melakukan pertukaran panas dengan menangkap air yang terkontaminasi partikel radioaktif di dalam pembangkit listrik. Kemudian transfer energi panas itu ke jaringan pipa di seluruh kota.

Sementara itu, para kritikus menyebut cara baru untuk memanaskan air dan daerah pemukiman sebagai Chernobyl terapung. Namun, terlepas dari bahaya yang terkait dengan energi nuklir, sebagian besar penduduk kota pelabuhan terpencil Pevek menyambut baik teknologi yang tidak konvensional. Meskipun ada beberapa yang skeptis, mereka akhirnya tidak bisa menolak karena sistem sudah memenuhi seluruh kota.

Baca Juga  Tolok ukur permainan Steam Deck baru saja bocor - pembangkit tenaga listrik genggam

Pengawas nuklir Rusia Rosatom menjelaskan bahwa, ada sejumlah langkah yang diambil untuk memastikan penggunaan model pembangkit listrik secara aman. Pihaknya telah mengatur perbedaan tekanan, antara air yang bersirkulasi melalui gedung-gedung dan loop pendingin di kapal. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran radiasi yang tidak disengaja.

Selain itu, pembangkit listrik dirancang agar tahan terhadap dampak eksternal. Kemudian, ada juga lapisan struktur penahan yang dibangun di atas kapal untuk menjaga pembangkit listrik tetap terapung.

Sementara pemanasan perumahan menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung dianggap tidak biasa, reaktor kecil ini telah digunakan oleh banyak negara selama bertahun-tahun. Menurut New York Times, AS telah mengoperasikan reaktor serupa dan Swedia telah membangun pemanas bertenaga nuklir di beberapa bagian Stockholm dari tahun 1963 hingga 1974. Tidak hanya itu, perusahaan di AS, China, dan Prancis dilaporkan sedang mempertimbangkan manfaat dari reaktor tersebut. teknologi. saat ini digunakan di Pevek.

Baca Juga  Dengan teknologi TV Bravia, proyektor Sony dihargai Rp. 500 juta

Sementara itu, para ilmuwan yang diwawancarai oleh New York Times mengungkapkan bahwa penggunaan reaktor nuklir kecil jenis ini untuk menyalurkan energi panas di kawasan pemukiman dapat bermanfaat bagi lingkungan. Ini karena memiliki potensi untuk mendekarbonisasi jaringan listrik, sehingga mengurangi emisi karbon ke atmosfer.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *