Kesan Mencicipi All New BR-V Dengan Jarak 500 Km

PT Honda Prospect Motor memang sempat mengundang media untuk melakukan first drive All New Honda BR-V. Tapi tes singkat di sirkuit pembuktian. Jadi saya tidak bisa memberikan gambaran seperti apa ‘sifat’ sebenarnya dari mobil ini. Dan kesempatan untuk melakukan ‘eksplorasi’ datang pada minggu kedua Januari 2022 dan PT HPM mengundang kami untuk mencoba LSUV ini dengan jarak kurang lebih 500 km pada rute Jakarta-Ungaran-Solo.

Kemunculan BR-V generasi kedua mengusung platform baru namun sekaligus memberikan penyempurnaan dari model sebelumnya. Selain itu, mobil 7 seater ini mendapatkan mesin baru dan serangkaian fitur canggih baru yaitu Honda Sensing. Dari sisi eksterior, All New BR-V memiliki desain yang lebih mudah dicerna dan tanpa kehadiran garis bodi agresif seperti pendahulunya.

Honda mengungkapkan mobil buatan Indonesia ini menggunakan rasio aplikasi baja high-tensile yang ditingkatkan hingga 24% untuk meningkatkan ketahanan bodi dan mengurangi bobot kendaraan. Hal ini akan mempengaruhi penggunaan bahan bakar yang lebih irit dan pengendaraan yang lebih mantap.

Dalam uji coba ini, Honda hanya menghadirkan varian tertinggi yaitu Prestige dengan Honda Sensing. Dengan demikian kami berkesempatan untuk mencicipi paket teknologi yang menjadi andalan Honda.

Perjalanan dari Jakarta menuju destinasi pertama yaitu Ungaran bisa dikatakan sekitar 95% ditempuh menggunakan jalan tol dan test drive dengan rute perjalanan luar kota, ini bukti BR-V mengalami aspek performa , kenyamanan, dan fungsi dari setiap fitur Honda Sensing.

Baca Juga  Huawei nova 8 Pro 4G resmi dengan layar 120Hz, kamera 64MP, dan pengisian daya 66W

Seperti eksterior. Kabin All New BR-V juga terasa lebih simpel dan layout pada dashboard mudah dipahami. Beberapa bagian tampak telah dibalut dengan bahan sentuhan lembut.

Bangku depan terasa sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan rivalnya seperti Xpander, serta ruang kaki yang tidak senyaman rivalnya. Namun kenyamanan yang diberikan bangku tersebut masih cukup lumayan dan menghasilkan posisi duduk yang ideal. Satu hal yang perlu diapresiasi, dimana penempatan alat pemadam api yang cukup baik di bagian bawah jok penumpang depan.

Sedangkan di baris kedua terasa cukup lega dan nyaman, bahkan saat kursi pertama didorong ke belakang secara maksimal, masih ada cukup ruang untuk kaki-kaki penumpang baris kedua.

Berikutnya adalah dapur pacu. Mesin L15ZF I-VTEC DOHC jadi andalan. Dapur pacu yang juga digunakan pada City Hatchback ini mampu menyemburkan tenaga 121 ps dan torsi 145 Nm, angka yang sama persis dengan performa City. Mesin 4 silinder segaris ini dipadankan dengan transmisi CVT atau manual 6 percepatan. Pencapaian angka ini cukup menjanjikan karena masih yang terbesar di kelasnya. Pada test drive ini semua unit adalah versi transmisi CVT dan performa CVT Honda masih yang terbaik di kelasnya.

Baca Juga  Cara menjadwalkan smart plug dengan Alexa

CVT generasi baru memberikan pengendaraan yang lebih mulus, lebih baik dari pendahulunya. Umpan keluaran yang mulus dari mesin ke roda depan membuatnya nyaman di akselerasi awal, tanpa gejala sentakan torsi yang terlalu kuat. Cukup nyaman untuk dikendarai di jalan perkotaan atau bebas hambatan.

Janji Honda untuk memberikan perbaikan pada suspensi pun terjawab saat dikendarai di jalan raya. Performa suspensi dan sasis memberikan nuansa yang lebih matang, tidak terlalu empuk atau keras. Saat melahap permukaan jalan dengan tikungan panjang, tidak terasa goyah dan body roll relatif minim.

Pada kecepatan konstan 80-100 km / jam, interior terasa lebih tahan terhadap suara ban dan suara angin.

Ada yang kurang di transmisi. Karena tidak tersedianya fitur triptonic atau paddle shifter. Ini kemudian memaksa tendangan ke bawah dengan menginjak pedal gas lebih dalam. Bahkan ketika Anda ingin mendapatkan rasio girboks yang lebih rendah (rasio yang Anda inginkan), suara mesin mengerang dan masuk ke dalam kabin.

Kehadiran Honda Sensing menjadi nilai tambah bagi BR-V, bahkan menjadi pionir LSUV 7 Seater.

Sejumlah fitur dihadirkan pada Honda Sensing pada BR-V, yakni Collision Mitigation Brake System (CMBS), Lane Keeping Assist System (LKAS), Road Departure Mitigation System (RDM), Lead-Car Departure Notification (LCDN) , Sinar Tinggi Otomatis, dan Adaptive Cruise Control (ACC).

Baca Juga  MatePad 11 dengan HarmonyOS 2.0 akhirnya resmi diluncurkan

Sepanjang perjalanannya, LKAS dan RDM menjadi fitur performa yang paling dominan. Keduanya memberikan umpan balik dan campur tangan pada setir saat mobil keluar jalur, tujuannya agar mobil tetap berada di jalur yang benar.

Sedangkan fitur Adaptive Cruise Control (ACC) pada BR-V tidak dilengkapi dengan Low Speed ​​Follow seperti pada brojolan CR-V CR-V 2021. Ketiadaan fitur ini menyebabkan cruise control tidak bekerja pada kecepatan rendah sehingga menyebabkan mobil untuk berhenti.

Perangkat CMBS (Collision Mitigation Brake System) di unit kami aktif ketika ada sepeda motor yang melintas dan tiba-tiba memotong jalan kami. Fitur ini bahkan mengambil alih hingga mobil mengalami pengereman yang keras dan berhenti.

Berdasarkan pantauan dari MID, unit yang kami kendarai mampu mencatat konsumsi bahan bakar sebesar 16,5 km/liter. Hasilnya tidak terlalu impresif di segmen 7 seater dengan mesin 1,5 liter.

Secara keseluruhan, Honda berhasil meningkatkan performa LSUV 7 seater miliknya. Meski ada beberapa kekurangan namun mobil ini layak untuk dipertimbangkan.

Selanjutnya, kami berharap Honda membuat beberapa perbaikan ketika mobil ini mendapat penyegaran di masa depan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *