Intip Strategi Bisnis T-shirt House Indonesia Tumbuh di Masa Pandemi

TEKNOSIGNAL.COM Sektor ekonomi kecil dan menengah paling terkena dampak pandemi, dan telah menyebar ke rumah tangga. Meski begitu, ide bisnis kreatif tetap bermunculan di masa pandemi. Terbatasnya ruang gerak dan munculnya berbagai kebiasaan baru, justru melahirkan inovasi dan peluang bisnis baru.

Seperti Wildan Fatimatuzzahrah, pemilik brand fashion Kaos Rumah Indonesia. Menurutnya, pandemi telah menghambat semua aktivitas, meski bisnis kreatifnya justru meningkat.

“Memang pandemi telah menghambat semua pergerakan perekonomian, sehingga diperlukan berbagai terobosan dan inovasi agar produk yang kami sediakan bisa bertahan,” kata Fatimah dalam talkshow Live Instagram Akurat.co UMKM dengan Rumah Kaos Indonesia, Rabu (24/4). /24/2020). 11/2021).

Baca Juga  Menkeu Tegaskan Indonesia Tidak Lagi Bangun PLTU Batubara

Inovasi, lanjutnya, menjadi salah satu kunci bagi para wirausahawan untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Hal yang membedakan produknya dengan produk lain terletak pada kreativitasnya. Rumah Kaos Indonesia lebih mengutamakan produk yang bersifat custom atau memenuhi keinginan konsumen.

“Bagi konsumen yang ingin melakukan pemesanan tinggal chat dengan admin kami (media sosial) lalu tentukan gaya dan tulisan apa yang ingin digunakan, kalau sudah pasti tinggal desain saja, nah kalau desain sudah disetujui, ya sudah. Kami akan siapkan bahan-bahannya sesuai keinginan mereka. Baru diproduksi,” jelasnya.

Berbicara tentang segmentasi pasar, menurut Fatimah, saat ini bisnis lebih menyasar generasi milenial, karena segmen ini unik dengan berbagai tuntutan. Misalnya ada konsumen yang meminta baju bertema couple.

Baca Juga  Siloam Hospitals Balikpapan Hadirkan Bisnis Baru, Terapi Sinar Laser

“Biasanya mereka meminta produk custom untuk dihadiahkan kepada pasangannya, jadi seperti banyak heboh. Menurut kami, tulisan custom ini sebagai media aktualisasi diri atau ekspresi diri,” ujarnya sambil tertawa.

Mengenai strategi pemasaran, awalnya Fatimah lebih banyak menjual seragam sekolah. Namun sejak pandemi dan sekolah diliburkan selama hampir 2 tahun, produksi baju sekolah dihentikan.

“Sebagai pengusaha kita juga dituntut untuk memutar otak. Akhirnya kita mulai memproduksi masker di awal pandemi, lalu yang kedua saya tawarkan ke klinik bersalin untuk menjual kaos bayi, jadi kita cari pasar yang pas. jarang dijamah oleh bisnis lain,” katanya.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *