CPO: All Time High di Awal November 2021, Tingkatkan Kinerja Keuangan Emiten CPO

(Teknosignal – Bursa IDX) – Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) melonjak cukup tajam belakangan ini. Padahal, pada awal November 2021, harga CPO sudah menembus level tertinggi sepanjang masa.

Menurut catatan yang diperoleh Kementerian Koordinator Perekonomian, harga CPO pada November 2021 berada pada level harga US$1.435 atau setara Rp. 20,37 juta per ton. Tingkat harga CPO selama periode ini melonjak cukup tinggi dibandingkan September yang mencapai US$1.235 per ton dan Agustus yang mencapai US$1.226 per ton.

Pada akhir Oktober lalu, harga CPO juga naik cukup tinggi menjadi US$1.300 per ton. Sejumlah analis juga memprediksi kenaikan harga minyak sawit akan terus melambung hingga akhir tahun 2021.

Bisa dibilang, kondisi ini tentu mempengaruhi kinerja keuangan serta pergerakan saham sejumlah emiten CPO lokal. Dari 20 emiten sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada 12 perusahaan yang sudah merilis laporan keuangan kuartal III tahun ini.

Baca Juga  Kenali Ciri-Ciri Malas Ini, Bikin Kantong Kamu Kotor!

Sementara itu, ada 8 emiten yang belum melaporkan kinerjanya untuk periode Januari – September 2021 hingga artikel ini diterbitkan, yakni duo emiten sawit milik Grup Salim, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim. Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Kemudian, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), PT Provident Agro Tbk (PALM), PT Fap Agri Tbk (FAPA), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), dan PT Golden Plantation Tbk ( GOL).

Berikut daftar kinerja keuangan triwulan III 2021 dan pergerakan saham selama tiga bulan dari 12 emiten sawit lokal (harga saham per harga penutupan, Jumat, 19/11/2021):

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Pendapatan: Rp 18,01 triliun (35,21% yoy)
Laba bersih: Rp1,47 triliun (152,20% yoy)
Harga Saham: Rp 10.425 (25.60%)

Baca Juga  Mazda Hadirkan Dealer Hebat di Bali, Banyak Diskon di Awal

2. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
Pendapatan: Rp2,13 triliun (32,48% yoy)
Rugi bersih: Rp 1,73 triliun (-133,69% yoy)
Harga Saham: Rp89 (18,67%)

3. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
Pendapatan: Rp3,69 triliun (34,69% yoy)
Laba bersih: Rp1,03 triliun (287,93% yoy)
Harga Saham: Rp 1.200 (46,34%)

4. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)
Pendapatan: Rp3,91 triliun (73,02% yoy)
Laba bersih: Rp509,67 miliar (2,776,64% yoy)
Harga Saham: Rp 2.270 (25,07%)

5. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)
Pendapatan: Rp653,04 miliar (44,72% yoy)
Laba bersih: Rp178,74 miliar (179,19% yoy)
Harga Saham: Rp520 (73,33%)

6. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Pendapatan: Rp4,45 triliun (24,90% yoy)
Laba bersih: Rp713,17 miliar (186,30% yoy)
Harga Saham: Rp660 (6,45%)

7. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
Pendapatan: Rp 5,05 triliun (15,33% yoy)
Laba bersih: Rp415,88 miliar (153,94% yoy)
Harga Saham: Rp 585 (17,47%)

Baca Juga  Hasil benchmark menunjukkan peningkatan kinerja Windows 11

8. PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAVA)
Pendapatan: Rp555,44 miliar (62,15% yoy)
Rugi bersih: Rp111,72 miliar (50,27% yoy)
Harga Saham: Rp 168 (37,70%)

9. PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR)
Pendapatan: Rp40,38 triliun (43,18% yoy)
Laba bersih: Rp1,79 triliun (735,76% yoy)
Harga Saham: Rp4.430 (13,59%)

10. PT Palma Serasih Tbk (PSGO)
Pendapatan: Rp 1,07 triliun (52,78% yoy)
Laba bersih: Rp61,44 miliar (2.547,19% yoy)
Harga Saham: Rp236 (52,26%)

11. PT Andira Agro Tbk (ANDI)
Pendapatan: Rp 251,14 miliar (40,48% yoy)
Laba bersih: Rp3,84 miliar (-84,51% yoy)
Harga Saham: Rp 50 (0%)

12. PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
Pendapatan: Rp 167,58 miliar (-0,05% yoy)
Rugi bersih: Rp 37,68 miliar (15,21% yoy)
Harga Saham: Rp 50 (0%)

Selasti Panjaitan/Teknosignal



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *